KENDARI – Universitas Mandala Waluya, khususnya Fakultas Analis Kesehatan, mencapai pencapaian signifikan dengan meraih status akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada Jumat, 13 April 2026. Pengumuman resmi ini menjadi momen bersejarah bagi institusi pendidikan tinggi yang berlokasi di Kendari tersebut, menandai komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan relevansi kurikulum di bidang analis kesehatan.
Pencapaian akreditasi A ini merupakan hasil dari upaya berkelanjutan selama tiga tahun terakhir yang melibatkan seluruh stakeholder internal maupun eksternal. Proses akreditasi yang ketat dan komprehensif mencakup evaluasi standar pendidikan, kompetensi dosen, fasilitas laboratorium, kerjasama industri, hingga kepuasan mahasiswa dan lulusan.
Perjalanan Menuju Akreditasi A
Sebelum memperoleh pengakuan tingkat tertinggi ini, Fakultas Analis Kesehatan Universitas Mandala Waluya telah menempuh perjalanan panjang dalam peningkatan mutu. Pada tahun 2023, akreditasi program studi masih berada pada peringkat B, mendorong manajemen fakultas untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap setiap aspek penyelenggaraan pendidikan.
Direktur Fakultas Analis Kesehatan, Prof. Dr. Dwi Handayani, M.Kes., menjelaskan bahwa perolehan akreditasi A bukan sekadar penghargaan, melainkan bukti dedikasi seluruh tim akademik dan administratif. “Kami memahami bahwa akreditasi A adalah standar minimal yang harus kami pertahankan untuk memastikan lulusan kami memiliki kompetensi yang diakui secara nasional dan internasional,” ujar Prof. Dwi Handayani dalam wawancara eksklusif pada Rabu, 11 April 2026.
Menurut Prof. Handayani, terdapat lima pilar utama yang menjadi fokus peningkatan mutu. Pertama, penguatan sumber daya manusia melalui peningkatan kualifikasi dosen. Sejak 2023 hingga 2026, fakultas telah mengirim 12 dosen untuk melanjutkan studi S3 di berbagai universitas ternama, baik di dalam maupun luar negeri. Kedua, modernisasi fasilitas laboratorium dengan investasi lebih dari 8 miliar rupiah untuk pengadaan peralatan analisis kesehatan standar internasional.
“Laboratorium kami sekarang dilengkapi dengan spektrofotometer otomatis, hematology analyzer, dan peralatan point-of-care testing terkini yang relevan dengan kebutuhan industri kesehatan modern,” ungkap Dr. Bambang Sutrisno, M.Sc., Kepala Laboratorium Fakultas Analis Kesehatan, menambahkan bahwa investasi tersebut memastikan mahasiswa mendapatkan pengalaman praktik yang setara dengan standar internasional.
Kurikulum Berbasis Kompetensi dan Pembelajaran Praktis
Pilar ketiga dari peningkatan mutu adalah penyempurnaan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan industri kesehatan dan perkembangan teknologi diagnostik terkini. Pada tahun 2024, kurikulum program studi analis kesehatan dirancang ulang menggunakan pendekatan outcome-based education (OBE) dengan melibatkan praktisi dari rumah sakit, laboratorium klinik, dan balai kesehatan masyarakat di seluruh Sulawesi Tenggara.
Hasil dari kolaborasi ini adalah kurikulum yang lebih relevan dan responsif terhadap kebutuhan pasar kerja. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang langsung dapat diterapkan dalam praktik profesi. Program magang terintegrasi yang wajib ditempuh mahasiswa pada semester akhir memastikan transisi yang mulus dari dunia akademik ke dunia kerja.
“Kami telah menjalin kemitraan dengan 47 institusi layanan kesehatan sebagai mitra praktik mahasiswa, mulai dari rumah sakit pemerintah dan swasta, laboratorium klinik mandiri, hingga fasilitas kesehatan di daerah terpencil. Ini memberikan mahasiswa kami kesempatan untuk belajar dalam berbagai konteks kesehatan masyarakat,” terangkan Dr. Suryani Wijaya, M.Kes., Ketua Program Magang dan Pengembangan Keterampilan.
Dosen Berprestasi dan Penelitian Berkontribusi
Pilar keempat adalah peningkatan kualifikasi dan produktivitas dosen. Saat ini, dari 24 dosen di Fakultas Analis Kesehatan, sebanyak 16 orang telah memiliki gelar doktor (S3) dengan kompetensi di berbagai bidang analis kesehatan. Selain itu, lima dosen telah tersertifikasi internasional oleh organisasi profesi global seperti International Federation of Biomedical Laboratory Science (IFBLS).
Upaya peningkatan mutu akademik juga tercermin dalam produktivitas penelitian. Dalam tiga tahun terakhir, dosen-dosen Fakultas Analis Kesehatan telah menghasilkan 28 publikasi ilmiah di jurnal nasional terakreditasi dan enam publikasi di jurnal internasional terindeks Scopus. Penelitian-penelitian tersebut fokus pada inovasi metode diagnostik, pengembangan teknologi laboratorium, dan isu-isu kesehatan lokal yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Sulawesi Tenggara.
“Komitmen kami adalah menciptakan program studi yang tidak hanya mengajar, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan solusi praktis untuk meningkatkan layanan diagnostik kesehatan di wilayah Indonesia Timur,” kata Prof. Dwi Handayani dengan penuh keyakinan.
Kepuasan Pengguna Lulusan dan Employability
Pilar kelima fokus pada kepuasan pengguna lulusan dan tingkat keterserapan kerja. Data tracer study tahun 2025 menunjukkan bahwa 94 persen lulusan Fakultas Analis Kesehatan terserap dalam dunia kerja dalam waktu kurang dari enam bulan setelah kelulusan. Angka ini menunjukkan relevansi tinggi antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri kesehatan.
Survei kepuasan pemberi kerja terhadap kompetensi lulusan menunjukkan skor rata-rata 4,2 dari 5 dalam aspek keterampilan teknis, 4,1 dalam komunikasi profesional, dan 4,3 dalam etika dan tanggung jawab profesi. Hasil ini menjadi motivasi bagi Fakultas Analis Kesehatan untuk terus meningkatkan kualitas.
Direktur Utama Rumah Sakit Mandala Kendari, dr. Hendra Prabowo, Sp.B, yang juga merupakan anggota Dewan Pembina Universitas Mandala Waluya, memberikan testimoni positif terhadap kinerja lulusan. “Kami secara konsisten merekrut lulusan dari Fakultas Analis Kesehatan di sini. Mereka memiliki kompetensi laboratorium yang solid, inisiatif tinggi, dan mudah beradaptasi dengan sistem kerja kami. Akreditasi A yang mereka raih adalah pengakuan yang pantas,” ujar dr. Hendra Prabowo dalam acara pengumuman hasil akreditasi.
Dukungan Institusional dan Investasi Infrastruktur
Pencapaian akreditasi A ini juga didukung penuh oleh manajemen universitas pusat. Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. Ing. Soemantri, M.T., menyatakan komitmen untuk terus memberikan dukungan sumber daya bagi Fakultas Analis Kesehatan sebagai salah satu program studi unggulan universitas.
“Akreditasi A adalah hasil kerja keras Fakultas Analis Kesehatan yang patut kami apresiasi. Universitas Mandala Waluya akan terus mendukung pengembangan program studi ini agar dapat menjadi rujukan nasional dalam pendidikan analis kesehatan,” kata Prof. Soemantri dalam sambutan resmi pengumuman akreditasi.
Selama periode 2023-2026, universitas telah menginvestasikan dana lebih dari 15 miliar rupiah untuk pengembangan Fakultas Analis Kesehatan. Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan gedung praktikum baru dengan standar biosafety level 2, pengadaan peralatan laboratorium berteknologi tinggi, peningkatan perpustakaan digital, dan beasiswa peningkatan kualifikasi dosen.
Tantangan dan Visi ke Depan
Meskipun telah meraih akreditasi A, Prof. Dwi Handayani tidak menampik bahwa masih terdapat tantangan ke depan. Salah satunya adalah kebutuhan untuk mengintegrasikan pembelajaran berbasis teknologi digital dan artificial intelligence (AI) dalam proses pembelajaran analis kesehatan. “Industri kesehatan global sedang mengalami transformasi digital yang signifikan. Kami harus memastikan kurikulum dan metode pembelajaran kami tetap relevan dengan perkembangan tersebut,” jelasnya.
Tantangan lainnya adalah membangun ekosistem riset yang lebih kuat. Saat ini, pembiayaan penelitian masih sebagian besar berasal dari dana internal universitas. Fakultas Analis Kesehatan menargetkan untuk meningkatkan perolehan grant penelitian dari sumber eksternal seperti Kementerian Pendidikan, Kementerian Kesehatan, dan organisasi kesehatan internasional.
Ke depan, Fakultas Analis Kesehatan merencanakan pembukaan program studi baru yaitu Master (S2) Analis Kesehatan pada tahun 2027. Program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih besar dalam pengembangan riset dan inovasi di bidang diagnostik kesehatan.
Dampak Bagi Mahasiswa dan Masyarakat
Akreditasi A akan membawa dampak positif yang terukur bagi mahasiswa dan masyarakat luas. Bagi calon mahasiswa, akreditasi A meningkatkan kepercayaan terhadap kualitas pendidikan di Fakultas Analis Kesehatan. “Akreditasi A membuka peluang lebih besar bagi mahasiswa kami untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, baik di dalam maupun di luar negeri, karena kredibilitas program studi kami telah diakui secara nasional,” kata Dr. Suryani Wijaya.
Bagi masyarakat Kendari dan sekitarnya, kehadiran Fakultas Analis Kesehatan yang berkualitas tinggi berarti peningkatan akses terhadap tenaga analis kesehatan profesional. Lulusan yang berkualitas akan meningkatkan standar layanan diagnostik kesehatan di fasilitas-fasilitas kesehatan lokal.
Selain itu, Fakultas Analis Kesehatan juga secara aktif melakukan kegiatan pengabdian masyarakat melalui layanan screening kesehatan gratis, pelatihan analis kesehatan bagi petugas kesehatan di daerah terpencil, dan konsultasi teknis kepada laboratorium klinik dalam rangka meningkatkan standar mutu layanan diagnostik.
Penutup
Pencapaian akreditasi A oleh Fakultas Analis Kesehatan Universitas Mandala Waluya pada 13 April 2026 adalah milestone penting yang menandai pertumbuhan dan komitmen institusi terhadap keunggulan pendidikan. Melalui kerja keras, investasi strategis, dan kolaborasi dengan berbagai stakeholder, fakultas ini telah membuktikan bahwa pendidikan berkualitas tinggi di bidang analis kesehatan dapat diselenggarakan di wilayah Indonesia Timur.
Dengan meraih akreditasi A, Universitas Mandala Waluya khususnya Fakultas Analis Kesehatan, kini siap untuk melangkah lebih maju dalam menghadapi tantangan pendidikan global dan berkontribusi lebih besar bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan di Indonesia, khususnya di region Sulawesi Tenggara.
Perjalanan menuju keunggulan pendidikan memang memerlukan dedikasi berkelanjutan, namun pencapaian ini membuktikan bahwa dengan visi yang jelas, strategi yang tepat, dan komitmen semua pihak, tidak ada yang tidak mungkin untuk dicapai.