KENDARI – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Analis Kesehatan Universitas Mandala Waluya menggelar acara peluncuran program kerja tahunan dengan tema “Kesehatan Masyarakat, Generasi Muda Berkontribusi” pada Jumat, 19 April 2026. Acara tersebut dihadiri oleh pejabat kampus, dosen, pengurus organisasi mahasiswa lainnya, serta ratusan mahasiswa dari berbagai angkatan.
Program yang dirancang untuk periode 2026-2027 ini mencakup lima inisiatif utama, mulai dari kegiatan edukasi kesehatan masyarakat, pelatihan keterampilan analisis laboratorium bagi siswa SMA, pengabdian masyarakat di daerah terpencil, hingga penguatan kapasitas organisasi internal BEM sendiri. Setiap program dirancang dengan cermat untuk mencerminkan visi Universitas Mandila Waluya dalam menghasilkan tenaga analis kesehatan profesional yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga memiliki kepedulian sosial tinggi.
“Kami percaya bahwa menjadi mahasiswa Fakultas Analis Kesehatan bukan sekadar menguasai teori dan praktik laboratorium. Lebih dari itu, kami memiliki tanggung jawab moral untuk berkontribusi langsung kepada masyarakat, khususnya dalam hal edukasi kesehatan dan pelayanan analisis kesehatan berkualitas,” ujar Bambang Wijaya, Ketua BEM Fakultas Analis Kesehatan Universitas Mandala Waluya, dalam sambutan pembukaan acara.
Latar Belakang Pembentukan Program
Pembentukan program kerja tahunan BEM tidak lepas dari evaluasi mendalam terhadap kegiatan organisasi pada tahun sebelumnya. Menurut dokumentasi internal BEM, selama 2025, organisasi ini telah melaksanakan 23 kegiatan dengan total partisipasi lebih dari 1.500 mahasiswa dan menjangkau lebih dari 2.000 penerima manfaat dari kalangan masyarakat umum.
Namun, hasil evaluasi bersama dewan pengurus juga mengungkapkan beberapa kelemahan yang perlu diperbaiki. Antara lain, program-program sebelumnya cenderung bersifat seremonial, kurang terukur dalam hal dampak jangka panjang, dan kurang melibatkan kolaborasi dengan organisasi mahasiswa lainnya di Universitas Mandala Waluya.
“Dari hasil survei internal yang kami lakukan pada Februari lalu, kami menemukan bahwa sebagian besar mahasiswa menginginkan program-program yang lebih aplikatif dan memberikan value langsung untuk pengembangan karir mereka,” tambah Siti Nurhaliza, Wakil Ketua BEM bidang Program Kerja, dalam sesi diskusi khusus yang diadakan setelah acara peluncuran resmi.
Fakta ini mendorong BEM untuk merancang ulang agenda tahunan dengan pendekatan yang lebih strategis, terukur, dan kolaboratif. Universitas Mandala Waluya, sebagai lembaga pendidikan yang berada di kawasan Sulawesi Tenggara dengan fokus pada bidang kesehatan, memiliki posisi unik untuk berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan kesehatan di wilayah tersebut.
Program Utama dan Target Pencapaian
Pertama, program “Edukasi Kesehatan Masyarakat Berkelanjutan” menargetkan penjangkauan minimal 500 orang dari kalangan ibu-ibu rumah tangga, pedagang pasar, dan pengguna transportasi umum di Kendari. Melalui kegiatan seminar kesehatan, penyuluhan gizi, dan deteksi kesehatan gratis, BEM berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin.
“Target kami adalah mengadakan minimal delapan acara edukasi kesehatan di berbagai titik di Kendari, mulai dari pasar tradisional, terminal transportasi, hingga kelurahan-kelurahan pinggiran,” jelas Bambang Wijaya ketika ditanya mengenai detail program ini.
Kedua, program “Generasi Analis Muda Indonesia” dirancang sebagai bentuk mentoring dan pelatihan bagi siswa SMA yang berminat melanjutkan pendidikan ke bidang Analis Kesehatan. Program ini akan melibatkan mahasiswa senior dari Universitas Mandala Waluya untuk memberikan workshop tentang profil karir, teknik analisis laboratorium dasar, dan prospek kerja lulusan Analis Kesehatan.
“Kami akan mengundang minimal 30 siswa SMA dari sekolah-sekolah di Kendari dan sekitarnya. Kegiatan ini akan berlangsung setiap bulan dengan topik yang berbeda-beda,” ungkap Dina Pratiwi, Koordinator Program Pengembangan Sumber Daya Manusia BEM.
Ketiga, program “Klinik Kesehatan Mobile Pedesaan” merupakan bentuk pengabdian masyarakat yang akan membawa layanan analisis darah dan konsultasi kesehatan dasar ke desa-desa terpencil di kawasan sekitar Kendari. Program ini akan dilaksanakan setiap dua bulan sekali dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai tahun angkatan.
Keempat, BEM juga meluncurkan “Platform Digital Edukasi Kesehatan” – sebuah inisiatif untuk memanfaatkan teknologi digital dalam menyebarkan informasi kesehatan yang akurat. Melalui media sosial, podcast, dan website khusus, BEM akan menyediakan konten edukatif mengenai analisis kesehatan, interpretasi hasil laboratorium, dan tips menjaga kesehatan.
Kelima, “Penguatan Kapasitas Organisasi Internal” difokuskan pada pelatihan manajemen organisasi, kepemimpinan, dan keterampilan komunikasi bagi seluruh pengurus BEM dan organisasi mahasiswa lainnya di Fakultas Analis Kesehatan.
Dukungan Pejabat Kampus
Dalam acara peluncuran program, Prof. Dr. Sutrisno, M.Si., Dekan Fakultas Analis Kesehatan Universitas Mandala Waluya, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif BEM. Menurutnya, program-program yang dirancang sudah sesuai dengan visi Universitas Mandala Waluya dalam mengembangkan keilmuan kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
“BEM telah menunjukkan kedewasaan dalam merencanakan program kerja. Saya melihat bahwa setiap program memiliki tujuan yang jelas, target yang terukur, dan strategi implementasi yang matang. Ini bukan sekadar aktivitas organisasi, tetapi merupakan bagian integral dari misi pendidikan kami,” ujar Prof. Sutrisno dalam pidato resminya.
Dekan juga menekankan pentingnya kolaborasi antara organisasi mahasiswa, lembaga akademik, dan masyarakat. “Kampus bukanlah pulau terisolasi. Kami harus selalu terhubung dengan masyarakat, memahami kebutuhan mereka, dan berkontribusi nyata pada penyelesaian masalah-masalah sosial,” tambahnya.
Sementara itu, Dr. Faridah Syam, M.Kes., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Mandala Waluya, juga memberikan catatan penting tentang perlunya keberlanjutan program. “Program-program yang bagus adalah yang tidak hanya dapat dilaksanakan tahun ini, tetapi juga dapat menjadi tradisi positif yang berkelanjutan di masa mendatang. Saya berharap BEM memiliki mekanisme dokumentasi dan evaluasi yang baik sehingga mahasiswa angkatan berikutnya dapat melanjutkan dan mengembangkan inisiatif-inisiatif yang sudah dimulai,” pesan Dr. Faridah.
Komitmen pejabat kampus juga direalisasikan melalui alokasi dana operasional tambahan sebesar 50 juta rupiah yang akan digunakan untuk mendukung pelaksanaan program-program BEM tahun ini. Selain itu, universitas juga menyediakan akses ke fasilitas kampus, termasuk laboratorium, ruang seminar, dan peralatan presentasi untuk mendukung kesuksesan kegiatan-kegiatan BEM.
Kolaborasi Lintas Organisasi
Sebuah hal yang menarik dari program kerja tahun ini adalah komitmen BEM untuk berkolaborasi dengan organisasi mahasiswa lainnya di Universitas Mandala Waluya. Hingga saat ini, sudah terdapat lima organisasi mahasiswa yang menandatangani nota kesepahaman untuk mendukung program-program BEM.
Antara lain adalah HIMA (Himpunan Mahasiswa) Analis Kesehatan, organisasi berorientasi akademis yang akan membantu aspek teknis dan kualitas materi dalam program edukasi. Kemudian ada PKBM (Pusat Komunitas Belajar Mahasiswa) yang akan menyediakan tempat dan koordinasi untuk kegiatan-kegiatan internal. Juga terdapat organisasi kepemudaan Islam dan Kristen yang akan membantu dalam mobilisasi masyarakat dan penguatan nilai-nilai spiritualitas dalam setiap kegiatan.
“Kolaborasi ini sangat penting karena akan memperkuat jaringan kami dan membuat program-program lebih inklusif serta representative terhadap keberagaman mahasiswa di fakultas kami,” jelas Bambang Wijaya ketika ditanya mengenai alasan memilih jalur kolaborasi ini.
Dampak yang Diharapkan
Dalam jangka pendek, program-program BEM diharapkan dapat memberikan dampak langsung kepada masyarakat Kendari dalam bentuk peningkatan pengetahuan kesehatan, akses layanan kesehatan yang lebih baik, dan peningkatan minat generasi muda terhadap profesi Analis Kesehatan.
Dalam jangka menengah, diharapkan program-program ini dapat menjadi flagship atau program unggulan Fakultas Analis Kesehatan Universitas Mandala Waluya yang dikenal luas di masyarakat dan menjadi referensi bagi universitas lain dalam mengembangkan program mahasiswa.
Dalam jangka panjang, dengan pelaksanaan program yang berkelanjutan, diharapkan dapat tercipta ekosistem pembelajaran yang sehat, di mana mahasiswa tidak hanya belajar dari dalam kelas tetapi juga dari pengalaman langsung berkontribusi pada masyarakat. Hal ini sejalan dengan konsep pendidikan holistik yang menjadi komitmen Universitas Mandala Waluya.
“Saya yakin bahwa dengan semangat dan dedikasi yang ditunjukkan BEM hari ini, program-program ini akan memberikan manfaat yang signifikan. Dan yang lebih penting, mahasiswa kami akan menjadi tenaga profesional yang tidak hanya ahli di bidangnya, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian sosial yang tinggi,” ujar Prof. Sutrisno dalam kesempatan tersebut.
Penutup
Acara peluncuran program kerja BEM Fakultas Analis Kesehatan Universitas Mandala Waluya pada 19 April 2026 ini menandai awal dari fase baru dalam perjalanan organisasi mahasiswa ini. Dengan program-program yang dirancang secara matang, dukungan penuh dari pimpinan kampus, dan komitmen kolaboratif dari berbagai organisasi mahasiswa, BEM siap untuk memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan karir mahasiswa dan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.
Seperti yang dikatakan Bambang Wijaya dalam penutupan acara, “Kami bukan hanya organisasi kampus yang menjalankan agenda rutin. Kami adalah jembatan antara akademik dan masyarakat, antara teori dan praktik, dan antara idealisme mahasiswa dengan realitas kebutuhan masyarakat. Dengan program-program tahun ini, kami siap untuk menjalani peran tersebut dengan sepenuh hati dan penuh tanggung jawab.”
Pelaksanaan program akan dimulai pada bulan Mei 2026, dan akan diikuti dengan evaluasi berkala setiap tiga bulan untuk memastikan semua kegiatan berjalan sesuai rencana dan mencapai target yang telah ditetapkan.