KENDARI – Universitas Mandala Waluya, khususnya Fakultas Analis Kesehatan, kembali membuktikan komitmennya dalam menghasilkan inovasi penelitian yang bernilai tinggi. Pada tanggal 03 April 2026, kampus yang berlokasi di kota Kendari tersebut meluncurkan sebuah terobosan penelitian yang menggabungkan keahlian analis kesehatan dengan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) untuk deteksi dini anemia. Penelitian inovatif ini merupakan kolaborasi intensif antara dosen pembimbing dan mahasiswa yang telah melewati tahapan pengembangan selama dua tahun.
Proyek penelitian bertajuk “SmartAnemia: Sistem Deteksi Otomatis Anemia Berbasis Analisis Citra Hematologi dan Machine Learning” ini dilakukan oleh Tim Riset Advanced Laboratory Technology (ALT) Fakultas Analis Kesehatan Universitas Mandala Waluya. Teknologi yang dikembangkan mampu menganalisis kondisi sel darah merah melalui pemindaian otomatis dengan tingkat akurasi mencapai 94,7 persen, melampaui standar internasional yang biasanya berkisar antara 85-90 persen.
Anemia, kondisi kekurangan hemoglobin atau sel darah merah yang serius, menjadi masalah kesehatan publik yang signifikan di Indonesia. Menurut data terkini, prevalensi anemia di Indonesia mencapai 21,7 persen pada populasi umum, dengan angka lebih tinggi pada kelompok ibu hamil yang mencapai 48,4 persen. Deteksi dini anemia sangat krusial untuk mencegah komplikasi serius seperti gagal jantung, gangguan fungsi kognitif, dan risiko kesehatan maternal yang berbahaya. Namun, keterbatasan akses laboratorium berkualitas tinggi di daerah terpencil menjadi hambatan utama dalam upaya screening massal dan deteksi dini.
Itulah mengapa penelitian inovatif ini dirancang dengan mempertimbangkan konteks geografis dan sosial ekonomi Indonesia, khususnya kawasan timur seperti Sulawesi Tenggara tempat kampus berada. Dr. Ir. Bambang Suryanto, Dekan Fakultas Analis Kesehatan Universitas Mandala Waluya, mengungkapkan antusiasmenya terhadap pencapaian ini dalam wawancara eksklusif dengan penulis pada Rabu, 03 April 2026.
“Penelitian ini bukan sekadar akademis, tetapi memiliki dampak praktis langsung bagi masyarakat. Kami telah mengidentifikasi bahwa banyak rumah sakit dan klinik di Kendari dan sekitarnya kesulitan melakukan pemeriksaan hematologi yang komprehensif karena keterbatasan sumber daya manusia dan peralatan. SmartAnemia dirancang untuk menjadi jembatan teknologi yang dapat meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan preventif,” ujar Dr. Bambang Suryanto.
Penelitian ini dipimpin oleh Dr. Eka Putri Wijayanti, M.Kes., seorang dosen senior di Departemen Hematologi Klinis Fakultas Analis Kesehatan Universitas Mandala Waluya yang memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun dalam bidang diagnosis hematologi. Beliau didampingi oleh Dr. Rendra Wicaksono, M.T., seorang pakar kecerdasan buatan dan data science dari Departemen Teknologi Informasi Universitas Mandala Waluya.
“Kolaborasi lintas disiplin ilmu adalah kunci kesuksesan proyek ini. Para dosen dari Fakultas Analis Kesehatan membawa keahlian klinis dan pemahaman mendalam tentang karakteristik sel darah, sementara rekan kami dari bidang teknologi informasi menerjemahkan pengetahuan tersebut ke dalam algoritma machine learning yang canggih dan user-friendly,” jelas Dr. Eka Putri Wijayanti saat ditemui di Laboratorium Riset Advanced Hematology, Gedung A Kampus Universitas Mandala Waluya, pada sesi peluncuran penelitian.
Aspek yang paling menarik dari proyek SmartAnemia adalah keterlibatan aktif mahasiswa dalam setiap tahapan pengembangan. Tim penelitian ini melibatkan 18 mahasiswa dari berbagai program studi di Fakultas Analis Kesehatan, mulai dari Program Studi Analis Kesehatan konsentrasi Hematologi, Immunoserology, hingga Kimia Klinis. Selain itu, tiga mahasiswa dari Program Studi Teknologi Informasi juga berkontribusi dalam pengembangan infrastruktur digital dan algoritma pemrosesan citra.
Salah seorang mahasiswa utama yang terlibat adalah Siti Nurhaliza, mahasiswa tingkat akhir (semester 7) Program Studi Analis Kesehatan konsentrasi Hematologi. Dalam pembicaraan bersama penulis, Siti mengungkapkan pengalamannya mengikuti penelitian ini.
“Awalnya saya merasa tertantang ketika Prof. Eka merekomendasikan saya untuk bergabung dengan tim riset ini. Saya tidak memiliki latar belakang coding atau artificial intelligence. Namun, proses pembelajaran bersama membuat saya memahami bahwa penelitian modern membutuhkan pemahaman holistik. Saya belajar tentang bagaimana algoritma machine learning dapat mengenali pola-pola subtle dalam morfologi sel darah yang mungkin terlewatkan oleh mata manusia. Pengalaman ini benar-benar mengubah perspektif saya tentang masa depan profesi analis kesehatan,” ungkap Siti Nurhaliza dengan antusias.
Metodologi penelitian SmartAnemia melibatkan pengumpulan dataset ribuan slide darah dari berbagai institusi kesehatan di Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Maluku. Dataset tersebut dipilih dari pasien dengan berbagai tingkat keparahan anemia, mulai dari anemia ringan hingga anemia berat dengan berbagai etiologi (defisiensi besi, anemia hemolitik, anemia aplastik, dan lainnya). Setiap slide darah dipindai menggunakan mikroskop digital beresolusi tinggi dengan magnifikasi 1000x dan dikurasi secara manual oleh tim ahli hematologi untuk memastikan akurasi label data.
Data yang telah dikurasi kemudian diproses melalui pipeline pemrosesan citra yang terdiri dari beberapa tahap: normalisasi warna, segmentasi sel, ekstraksi fitur morfologi, dan klasifikasi menggunakan arsitektur deep learning berbasis Convolutional Neural Network (CNN) yang telah dioptimalkan. Tahap validasi dilakukan melalui cross-validation dengan 5-fold, dan performa sistem diuji pada dataset independen yang belum pernah dilihat oleh model selama proses training.
“Hasil yang kami dapatkan menunjukkan bahwa SmartAnemia tidak hanya mampu mengidentifikasi kehadiran anemia dengan akurasi 94,7 persen, tetapi juga dapat mengklasifikasi tipe anemia dengan tingkat akurasi 89,3 persen. Ini sangat signifikan karena penentuan tipe anemia adalah langkah krusial dalam merancang strategi pengobatan yang tepat,” jelas Dr. Rendra Wicaksono dalam presentasi teknis yang diadakan di Auditorium Fakultas Analis Kesehatan pada hari peluncuran penelitian.
Universitas Mandala Waluya telah mengalokasikan dana substantif untuk penelitian ini melalui Program Riset Unggulan Internal (PRUI) dan Hibah Penelitian Dosen Muda. Total pendanaan yang diberikan mencapai 350 juta rupiah untuk periode dua tahun pengembangan. Selain itu, penelitian ini juga menerima dukungan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam bentuk akses ke data laboratorium kesehatan pemerintah dan kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara.
Dampak penelitian ini diproyeksikan akan sangat luas. Pertama, di tingkat institusional, SmartAnemia akan diintegrasikan ke dalam sistem laboratorium di Klinik Universitas Mandala Waluya dan akan menjadi platform pembelajaran bagi mahasiswa Fakultas Analis Kesehatan untuk memahami aplikasi teknologi dalam praktik klinis. Kedua, di tingkat regional, penelitian ini akan didiseminasikan ke rumah sakit-rumah sakit utama di Sulawesi Tenggara dengan tujuan meningkatkan kapasitas deteksi dini anemia. Ketiga, di tingkat nasional, hasil penelitian ini akan dipresentasikan pada konferensi-konferensi kesehatan terkemuka dan dipublikasikan di jurnal-jurnal internasional terkemuka di bidang hematologi dan medical informatics.
Prof. Dr. Hendra Saputra, Rektor Universitas Mandala Waluya, memberikan apresiasi tinggi terhadap pencapaian penelitian ini. Dalam pernyataannya kepada media massa pada tanggal 03 April 2026, beliau menyatakan:
“Penelitian SmartAnemia adalah manifestasi konkret dari visi Universitas Mandala Waluya untuk menjadi institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga berkontribusi aktif dalam pemecahan masalah sosial dan kesehatan masyarakat. Kombinasi antara riset berkualitas tinggi dan keterlibatan mahasiswa menciptakan ekosistem pembelajaran yang holistik dan relevan dengan kebutuhan zaman. Saya berkomitmen untuk terus memberikan dukungan penuh bagi penelitian-penelitian inovatif semacam ini,” ungkap Prof. Dr. Hendra Saputra.
Rencana ke depan dari Tim Riset ALT Fakultas Analis Kesehatan sangat ambisius. Tahap selanjutnya adalah pengembangan aplikasi mobile yang memungkinkan fasilitas kesehatan dengan sumber daya terbatas dapat melakukan screening anemia secara mandiri dengan hanya membutuhkan smartphone dan perangkat penangkap citra sederhana. Tim juga sedang mengajukan paten untuk teknologi SmartAnemia ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
Lebih jauh, penelitian ini akan menjadi momentum bagi Universitas Mandala Waluya untuk mengembangkan pusat riset dan pengembangan teknologi kesehatan yang lebih besar dan komprehensif. Beberapa institusi kesehatan internasional telah menunjukkan minat untuk berkolaborasi dalam pengembangan lanjutan, termasuk sebuah universitas terkemuka di Asia Tenggara dan organisasi kesehatan global yang berbasis di Geneva.
“Kami percaya bahwa ini adalah awal dari serangkaian inovasi yang akan lahir dari Universitas Mandala Waluya. Mahasiswa kami adalah generasi yang tidak hanya pasif menerima pengetahuan, tetapi aktif menciptakan solusi untuk tantangan kesehatan nyata di masyarakat. Inilah yang akan membedakan lulusan Universitas Mandala Waluya di pasar kerja global,” tambah Dr. Eka Putri Wijayanti dengan optimis.
Penutupan acara peluncuran penelitian pada 03 April 2026 dihadiri oleh berbagai stakeholder termasuk perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, kepala rumah sakit utama di Kendari, praktisi kesehatan, dosen, dan mahasiswa. Antusiasme yang tinggi dalam acara ini mencerminkan pengakuan luas terhadap pentingnya penelitian yang menggabungkan kedalaman disiplin ilmu dengan pendekatan multidisipliner dalam menghadapi tantangan kesehatan kontemporer.
Pencapaian Universitas Mandala Waluya melalui penelitian SmartAnemia ini menunjukkan bahwa institusi pendidikan di wilayah timur Indonesia tidak hanya mampu melaksanakan penelitian dengan standar internasional, tetapi juga dapat menghasilkan inovasi yang bermakna bagi kehidupan masyarakat. Perjalanan panjang dari konsep awal hingga produk riset yang matang ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan dosen lainnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan kesehatan nasional.
—
Catatan Redaksi: Artikel ini ditulis berdasarkan informasi dari acara peluncuran penelitian yang diselenggarakan oleh Universitas Mandala Waluya pada 03 April 2026, termasuk wawancara dengan para pejabat kampus dan anggota tim penelitian.