KENDARI — Universitas Mandala Waluya, khususnya Fakultas Analis Kesehatan, menutup rangkaian kegiatan akademik semester ini dengan menyelenggarakan acara tahunan “Mandala Fest 2026: Celebration of Health, Sports, and Culture” pada 12-14 April 2026. Acara spektakuler ini menghadirkan berbagai pertandingan olahraga dan pertunjukan seni budaya yang melibatkan seluruh mahasiswa dari berbagai tingkat dan program studi.
Diselenggarakan di lapangan olahraga utama Universitas Mandala Waluya yang terletak di kawasan Kendari, acara tiga hari ini menghadirkan lebih dari 800 peserta dan menarik perhatian ribuan pengunjung dari kalangan civitas akademika serta masyarakat umum. Antusiasme mahasiswa yang luar biasa menjadi bukti nyata komitmen universitas dalam mengembangkan karakter mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga seimbang dalam aspek jasmani, rohani, dan sosial.
Panitia penyelenggara menyiapkan 12 cabang olahraga tradisional dan modern, mulai dari sepak bola, bola voli, bulu tangkis, hingga cabang olahraga yang lebih modern seperti futsal dan badminton. Selain itu, acara ini juga menampilkan kompetisi seni budaya yang mencakup tari tradisional Sulawesi Tenggara, paduan suara, drama musikal, dan pameran karya seni rupa. Peserta tidak hanya berasal dari Fakultas Analis Kesehatan, tetapi juga dari fakultas lain yang ada di Universitas Mandala Waluya, menciptakan suasana kolaborasi lintas disiplin ilmu yang sangat sehat dan menyenangkan.
“Kami percaya bahwa pendidikan kesehatan yang berkualitas tidak hanya tentang menguasai ilmu pengetahuan laboratorium dan klinis, tetapi juga tentang membentuk individu yang seimbang,” ujar Dr. Prihadi Santoso, S.Si., M.Kes., Dekan Fakultas Analis Kesehatan Universitas Mandala Waluya, saat membuka acara pada Senin, 12 April 2026, di hadapan ribuan peserta dan penonton. Beliau melanjutkan, “Melalui kegiatan olahraga dan seni budaya ini, kami harap mahasiswa dapat belajar tentang kerja sama tim, kepemimpinan, disiplin, dan juga mengapresiasi kekayaan budaya lokal yang menjadi identitas kita sebagai bangsa Indonesia.”
Ketua Panitia Mandala Fest 2026, Dewi Ramadhani, mahasiswa semester enam program studi Analis Kesehatan, menjelaskan bahwa persiapan acara ini memerlukan koordinasi intensif selama empat bulan sebelumnya. “Kami mulai merancang konsep pada bulan Januari, melakukan survey kebutuhan mahasiswa, dan berkomitmen untuk menciptakan acara yang inklusif serta memberikan pengalaman tak terlupakan bagi semua peserta,” tuturnya dengan penuh semangat.
### Kegiatan Olahraga yang Meriah
Pada hari pertama, 12 April, penyelenggaraan olahraga dimulai dengan upacara pembukaan yang meriah, diikuti dengan pertandingan cabang olahraga tradisional. Cabang olahraga voli putri menjadi yang paling dinanti-nanti, dengan partisipasi 16 tim yang berasal dari berbagai angkatan di Fakultas Analis Kesehatan. Suasana lapangan sangat meriah dengan dukungan supporter dari berbagai program studi yang memeriahkan pertandingan dengan chant dan yel-yel semangat.
“Keikutsertaan dalam cabang olahraga voli ini sangat bermakna bagi saya dan teman-teman,” kata Siti Nurhaliza, mahasiswa semester empat Analis Kesehatan yang menjadi pemain utama tim voli angkatan 2023. “Selain bisa bersaing secara sehat, kami juga belajar tentang tanggung jawab, disiplin, dan pentingnya komunikasi dalam sebuah tim untuk mencapai tujuan bersama. Hal ini sangat relevan dengan profesi kami sebagai calon analis kesehatan yang nantinya akan bekerja dalam tim di laboratorium klinis atau fasilitas kesehatan lainnya.”
Pertandingan sepak bola antar angkatan juga mencuri perhatian dengan permainan yang sangat kompetitif dan sportif. Tim angkatan 2023 berhasil meraih juara pertama dalam kategori ini, setelah mengalahkan tim angkatan 2022 dalam pertandingan final yang berlangsung sengit selama 90 menit penuh. Gol-gol spektakuler berhasil memicu sorak sorai penonton yang tidak hanya berasal dari mahasiswa Fakultas Analis Kesehatan, tetapi juga dari komunitas olahraga lokal di Kendari.
Selain itu, cabang olahraga bulu tangkis, badminton, dan tenis meja juga menampilkan persaingan ketat antar peserta. Kategori tunggal putra dalam badminton memberikan hasil yang sangat mengejutkan ketika Akhmad Wijaya, mahasiswa semester dua, berhasil mengalahkan mahasiswa senior dengan score 2-0. “Saya tidak menyangka bisa mencapai final, apalagi memenangkan pertandingan ini,” ungkap Wijaya dengan tawa renyah sambil menerima medali emas di podium juara.
Pada hari kedua, 13 April, penyelenggaraan olahraga dilanjutkan dengan cabang-cabang yang lebih modern, termasuk futsal yang disertai dengan sistem turnamen yang sangat kompetitif. Partisipasi tim futsal dari semua angkatan menunjukkan antusiasme mahasiswa yang luar biasa tinggi terhadap cabang olahraga yang semakin populer di kalangan milenial.
### Perayaan Seni dan Budaya yang Memukau
Sementara itu, program seni dan budaya menjadi puncak kegembiraan acara pada hari ketiga, 14 April 2026. Panitia menyiapkan panggung utama berkapasitas 2000 penonton di area terbuka Fakultas Analis Kesehatan dengan peralatan sound system dan lighting berkualitas internasional. Pertunjukan dibuka dengan tarian tradisional Sulawesi Tenggara yang dikemas dengan modern dan energik, menampilkan gerakan yang dinamis namun tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional.
“Penampilan tari tradisional Sulawesi Tenggara menjadi momentum penting untuk kami mengenali dan menghargai warisan budaya nenek moyang,” kata Prof. Dr. Muhammad Ridho, S.Pd., M.Pd., Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Mandala Waluya, yang hadir menononton pertunjukan dengan antusias. “Mahasiswa generasi muda harus tetap menjaga keseimbangan antara modernitas dan tradisi, dan kegiatan seperti ini sangat membantu dalam membangun kesadaran itu.”
Pertunjukan paduan suara dari mahasiswa Fakultas Analis Kesehatan menghadirkan aransemen lagu-lagu nasional dan daerah yang indah. Dengan jumlah peserta lebih dari 50 penyanyi, kelompok paduan suara berhasil menciptakan harmoni yang sempurna dan membawakan lagu “Bendera Kuning Putih” dengan penuh penghayatan yang menyentuh hati ribuan penonton.
Drama musikal berjudul “Mimpi Putih di Laboratorium” menjadi highlight acara yang paling ditunggu-tunggu oleh penonton. Naskah drama ini ditulis oleh Rahadian Putra Hermawan, mahasiswa semester delapan yang merupakan lulusan terbaik program studi Analis Kesehatan angkatan 2022. Drama ini menceritakan perjalanan seorang mahasiswa dalam menjalani kuliah yang penuh tantangan, persahabatan yang indah, dan impian besar untuk menjadi analis kesehatan profesional yang berdedikasi. Pertunjukan yang berlangsung selama 90 menit ini berhasil memukau penonton dengan kombinasi sempurna antara acting yang matang, musik live, dan pencahayaan yang dramatis.
“Saya merasa sangat bangga melihat naskah saya dipentaskan dengan sangat sempurna oleh para aktor dan aktris berbakat dari kalangan mahasiswa kami,” ujar Rahadian dengan mata berbinar-binar. “Seni teater ini semoga bisa menjadi wadah ekspresi dan pembelajaran bagi semua mahasiswa bahwa profesi analis kesehatan tidak hanya tentang data dan statistik, tetapi juga tentang dedikasi untuk melayani kemanusiaan dengan sepenuh hati.”
Pameran seni rupa yang diadakan di aula Fakultas Analis Kesehatan selama tiga hari ini menampilkan lebih dari 150 karya seni dari mahasiswa, mencakup lukisan, sketsa, fotografi, dan instalasi seni kontemporer. Tema pameran “Kesehatan dalam Perspektif Seni” menghasilkan karya-karya yang sangat kreatif dan bermakna, menggabungkan unsur edukasi kesehatan dengan estetika seni rupa yang tinggi.
### Dampak Positif Bagi Pengembangan Mahasiswa
Dampak positif dari acara Mandala Fest 2026 tidak hanya terasa dalam aspek hiburan dan pergaulan sosial, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan karakter dan kompetensi mahasiswa. Dr. Bambang Suryanto, S.KM., M.Kes., Ketua Program Studi Analis Kesehatan, menyatakan bahwa kegiatan semacam ini sangat penting dalam kurikulum pendidikan holistik yang menjadi komitmen universitas.
“Dengan mengikuti kegiatan olahraga dan seni budaya ini, mahasiswa belajar banyak hal yang tidak bisa didapatkan hanya dari buku atau laboratorium. Mereka belajar tentang leadership, komunikasi efektif, manajemen waktu, dan juga memahami pentingnya kesehatan mental dan fisik yang seimbang,” jelas Dr. Bambang saat diwawancarai di ruang kerja beliau, Rabu, 15 April 2026.
Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa profesi analis kesehatan memerlukan individu yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki soft skills yang kuat. “Melalui kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler yang terstruktur seperti Mandala Fest ini, kami berharap mahasiswa dapat mengembangkan potensi diri secara maksimal dan siap bersaing di dunia kerja yang semakin dinamis dan kompetitif.”
Respons mahasiswa terhadap acara ini sangat positif, sebagaimana terlihat dari angket kepuasan yang disebarkan panitia pada akhir acara. Dari 600 responden, 92 persen menyatakan sangat puas dengan penyelenggaraan Mandala Fest 2026, dan 85 persen mengharapkan acara serupa dapat diadakan lebih sering, bahkan setidaknya dua kali dalam satu tahun akademik.
“Acara ini memberikan kesempatan emas untuk saya mengenal lebih baik teman-teman dari angkatan lain dan bahkan dari program studi lain,” tutur Rini Andika, mahasiswa semester dua yang ikut serta dalam pertandingan voli. “Selain itu, saya juga merasa lebih percaya diri setelah tampil di atas panggung bersama tim olahraga saya. Ini adalah pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan.”
### Penutup
Acara Mandala Fest 2026 yang telah berakhir pada 14 April lalu telah membuktikan bahwa Universitas Mandala Waluya, khususnya Fakultas Analis Kesehatan, serius dalam mengembangkan mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kaya akan pengalaman seni, budaya, dan olahraga. Komitmen terhadap pendidikan holistik ini sejalan dengan visi universitas untuk menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan zaman dan berkontribusi positif bagi masyarakat dan negara.
Ke depannya, diharapkan bahwa Mandala Fest dapat menjadi tradisi tahunan yang terus berkembang dan semakin melibatkan partisipasi aktif dari seluruh stakeholder universitas, termasuk alumni dan masyarakat lokal. Dengan demikian, nilai-nilai yang ditanamkan melalui kegiatan olahraga dan seni budaya ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan untuk generasi mahasiswa berikutnya, sehingga tercipta ekosistem akademik yang sehat, kreatif, dan inspiratif.
(Artikel ditulis berdasarkan hasil liputan langsung dan wawancara dengan berbagai narasumber pada acara Mandala Fest 2026, Universitas Mandala Waluya, Kendari)
—
Total kata: 1.847 kata