KENDARI – Universitas Mandala Waluya, melalui Fakultas Analis Kesehatan, telah meraih pencapaian signifikan dengan dirampungkannya proyek pembangunan laboratorium kesehatan berteknologi tinggi pada Rabu, 09 April 2026. Fasilitas baru senilai Rp 8,5 miliar ini diharapkan menjadi tulang punggung peningkatan kualitas pembelajaran praktis mahasiswa program studi Analis Kesehatan dan Teknologi Laboratorium Medis.
Pembangunan yang dimulai sejak Januari 2025 ini mencakup konstruksi tiga blok bangunan berlantai dua dengan total luas 2.400 meter persegi. Fasilitas tersebut dilengkapi dengan peralatan laboratorium diagnostik modern, ruang sterilisasi, area pemeliharaan spesimen, dan ruang teori yang terintegrasi dengan teknologi pembelajaran digital.
Menurut informasi yang dihimpun, proyek ini merupakan bagian dari program pengembangan infrastruktur jangka panjang Universitas Mandala Waluya yang ditargetkan untuk meningkatkan akreditasi institusi secara keseluruhan. Pembangunan fasilitas ini juga sejalan dengan kebutuhan industri kesehatan yang semakin meningkat permintaan akan tenaga analis kesehatan profesional dan kompeten.
Latar Belakang Pentingnya Pembangunan Fasilitas
Sebelum dirampungkannya proyek ini, Fakultas Analis Kesehatan Universitas Mandala Waluya menghadapi keterbatasan signifikan dalam hal infrastruktur praktikum. Mahasiswa program studi Analis Kesehatan terpaksa berbagi fasilitas laboratorium yang terbatas dengan program studi lainnya, menyebabkan jadwal praktikum yang tidak optimal dan kualitas pembelajaran yang kurang maksimal.
Kepala Fakultas Analis Kesehatan, Dr. Hendra Kusuma, M.Kes., mengungkapkan bahwa keterbatasan tersebut telah menjadi hambatan serius dalam pengembangan akademik. “Kami memiliki mahasiswa yang berbakat, namun fasilitas yang ada belum cukup mendukung untuk mengasah keterampilan praktis mereka secara optimal. Kondisi ini memaksa kami untuk mencari solusi jangka panjang yang berkelanjutan,” ujar Dr. Hendra dalam wawancara pada Senin, 07 April 2026.
Lebih lanjut, Dr. Hendra menjelaskan bahwa kehadiran laboratorium baru ini bukan sekadar pemenuhan infrastruktur, tetapi merupakan investasi strategis untuk mempersiapkan lulusan yang siap kerja dan mampu bersaing di pasar kerja nasional maupun internasional.
Spesifikasi dan Fasilitas Laboratorium Baru
Laboratorium kesehatan yang baru dirampungkan ini dirancang dengan standar internasional dan mempertimbangkan perkembangan terkini dalam bidang teknologi laboratorium medis. Fasilitas ini terdiri dari beberapa unit spesialisasi yang masing-masing memiliki fungsi dan peralatan khusus.
Blok pertama mencakup Laboratorium Hematologi dan Imunologi yang dilengkapi dengan 20 unit mikroskop digital terhubung sistem, mesin penghitung sel otomatis, dan alat elektroforesis modern. Ruangan ini dirancang untuk mengakomodasi praktikum hingga 40 mahasiswa secara bersamaan dengan tetap menjaga standar kesehatan dan keselamatan kerja.
Blok kedua berisi Laboratorium Mikrobiologi dan Parasitologi dengan inkubator otomatis berteknologi tinggi, laminar air flow cabinet, dan peralatan identifikasi bakteri menggunakan sistem analitik komputer. Fasilitas ini juga dilengkapi dengan ruang isolasi khusus untuk penanganan spesimen potensial infeksius.
Sementara itu, blok ketiga difungsikan sebagai Laboratorium Biokimia Klinik yang dilengkapi dengan analyzer otomatis untuk pemeriksaan kimia darah, urin, dan berbagai parameter biokimia lainnya. Unit ini juga memiliki ruang quality control dan quality assurance yang memenuhi standar ISO 15189.
Selain itu, fasilitas pendukung lainnya mencakup ruang sterilisasi dengan autoclave berkapasitas tinggi, area penyimpanan spesimen dengan sistem temperature control otomatis, dan ruang pembelajaran teori yang dilengkapi dengan teknologi smart classroom dan sistem audio-visual modern.
Pernyataan Pejabat Kampus dan Visi Pengembangan
Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. Bambang Sutrisno, M.Sc., menyatakan bahwa penyelesaian proyek ini merupakan komitmen nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan. “Investasi ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa saat ini, tetapi juga untuk memposisikan Universitas Mandala Waluya sebagai pusat keunggulan dalam pendidikan kesehatan di kawasan Sulawesi Tenggara,” kata Prof. Bambang dalam pidato peresmian fasilitas pada Rabu, 09 April 2026.
Prof. Bambang juga menambahkan bahwa pembangunan ini adalah hasil dari kerja sama yang solid antara pihak universitas, pemerintah daerah, dan berbagai stakeholder industri kesehatan. “Kami percaya bahwa dengan fasilitas yang memadai, mahasiswa kami akan menghasilkan karya penelitian berkualitas dan menjadi profesional kesehatan yang kompeten di bidangnya,” lanjutnya.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan, Dr. Siti Nurhaliza, Ph.D., menjelaskan bahwa pengembangan infrastruktur ini juga didukung oleh peningkatan kurikulum yang telah disesuaikan dengan standar internasional. “Kami tidak hanya membangun fasilitas fisik, tetapi juga memperkuat aspek akademik melalui kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri kesehatan modern,” tutur Dr. Siti.
Sementara itu, Dekan Fakultas Analis Kesehatan, Dr. Hendra Kusuma, M.Kes., menambahkan bahwa fasilitas baru ini akan membuka peluang kolaborasi penelitian dengan institusi kesehatan lain. “Laboratorium ini akan menjadi hub penelitian dan pengembangan inovasi dalam bidang teknologi laboratorium medis. Kami juga membuka peluang kerjasama dengan rumah sakit, klinik, dan industri farmasi untuk penelitian bersama,” terangnya dengan antusias.
Dampak Terhadap Pembelajaran dan Pengembangan Mahasiswa
Dengan tersedianya fasilitas laboratorium yang modern dan lengkap, mahasiswa Fakultas Analis Kesehatan kini memiliki akses penuh untuk mengembangkan keterampilan praktis mereka. Program studi Analis Kesehatan yang sebelumnya memiliki jadwal praktikum yang terbatas kini dapat menjalankan praktikum dengan frekuensi yang lebih tinggi dan lebih intensif.
Mahasiswa tingkat akhir, Nadia Putri Pratama, mengungkapkan optimismenya terhadap fasilitas baru ini. “Alhamdulillah, dengan laboratorium yang lengkap seperti ini, kami bisa belajar langsung menggunakan alat-alat yang juga digunakan di rumah sakit dan industri kesehatan. Ini akan membuat kami lebih siap ketika memasuki dunia kerja,” ujar Nadia saat mengunjungi fasilitas baru pada Rabu siang.
Sejalan dengan itu, dosen pengampu mata kuliah Praktikum Hematologi, Eka Suryanto, S.T., M.Si., juga memuji kehadiran fasilitas baru. “Dengan peralatan modern ini, mahasiswa bisa belajar teknik pemeriksaan yang akurat dan efisien. Mereka juga bisa memahami prinsip kerja dari setiap alat, bukan hanya sekedar menggunakan tanpa memahami filosofinya,” jelasnya.
Rencana Pengembangan Berkelanjutan
Meskipun pembangunan laboratorium utama telah selesai, pihak universitas masih memiliki rencana pengembangan berkelanjutan. Menurut Dr. Hendra Kusuma, tahap selanjutnya mencakup pembangunan gedung penelitian terpadu yang akan menampung pusat penelitian biomedis, serta sarana penunjang lainnya seperti perpustakaan khusus dan ruang kolaborasi mahasiswa.
“Kami menargetkan untuk melanjutkan program pengembangan infrastruktur ini dalam dua tahun ke depan. Investasi ini bukan sesuatu yang berhenti di sini, tetapi merupakan bagian dari visi jangka panjang untuk mengembangkan Fakultas Analis Kesehatan menjadi yang terbaik di Indonesia,” papar Dr. Hendra.
Pihak universitas juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui rekrutmen dosen berpengalaman dan pelatihan berkelanjutan bagi tenaga administrasi laboratorium.
Harapan dan Penutup
Dirampungkannya pembangunan laboratorium kesehatan berteknologi tinggi di Universitas Mandala Waluya merupakan momentum penting dalam sejarah perkembangan institusi ini. Fasilitas yang dihadirkan bukan hanya sekadar infrastruktur fisik, tetapi representasi dari komitmen universitas terhadap peningkatan kualitas pendidikan tinggi di kawasan Sulawesi Tenggara.
Dengan fasilitas yang memadai, mahasiswa Fakultas Analis Kesehatan Universitas Mandala Waluya diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Sekaligus, kehadiran laboratorium ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi universitas dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bidang kesehatan.
Para pemangku kepentingan berharap bahwa dengan fasilitas dan infrastruktur yang telah tersedia, Universitas Mandala Waluya dapat terus berkontribusi positif dalam mempersiapkan tenaga kesehatan profesional yang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia.
Lebih dari itu, investasi ini juga menunjukkan kepercayaan dan dukungan berbagai pihak terhadap visi Universitas Mandala Waluya. Ke depannya, diharapkan pencapaian ini menjadi katalis untuk terus melakukan inovasi dan pengembangan berkelanjutan demi meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di institusi ini.
—
Artikel ini ditulis berdasarkan pengumpulan informasi langsung dari berbagai narasumber di Universitas Mandala Waluya dan dokumentasi kegiatan peresmian fasilitas pada 09 April 2026.