Kendari – Universitas Mandala Waluya, khususnya Fakultas Analis Kesehatan, menggelar Festival Olahraga dan Seni Budaya yang meriah pada akhir Maret 2026 ini. Acara yang berlangsung selama tiga hari, dari 29 hingga 31 Maret, melibatkan seluruh mahasiswa dari berbagai angkatan dengan antusiasme luar biasa. Event bergengsi ini tidak sekadar menjadi ajang hiburan, melainkan merupakan bagian integral dari strategi pengembangan karakter dan soft skill mahasiswa kesehatan yang nantinya akan bertugas melayani masyarakat.
Kegiatan ini diselenggarakan di Lapangan Olahraga Mandala Waluya yang terletak di kompleks kampus Kendari dengan melibatkan lebih dari 500 mahasiswa dari berbagai program studi, termasuk Analis Kesehatan, Keperawatan, dan Kebidanan. Penyelenggaraan festival ini merupakan komitmen pimpinan fakultas untuk menciptakan lingkungan akademik yang seimbang antara pengembangan intelektual dan pembangunan karakter yang kuat.
Latar Belakang dan Signifikansi Kegiatan
Fakultas Analis Kesehatan Universitas Mandala Waluya didirikan dengan visi mencetak profesional kesehatan yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga memiliki kepribadian yang baik dan kemampuan komunikasi yang efektif. Program-program kegiatan ekstrakurikuler, termasuk festival olahraga dan seni budaya, dirancang khusus untuk mendukung visi tersebut.
Menurut catatan dari Bagian Kemahasiswaan Fakultas Analis Kesehatan, dalam era modern ini, mahasiswa kesehatan dihadapkan pada tantangan yang kompleks. Mereka tidak hanya dituntut menguasai kompetensi teknis analisis kesehatan, pemeriksaan laboratorium, dan interpretasi hasil diagnosis, melainkan juga harus memiliki kemampuan interpersonal yang kuat. Pasien dan masyarakat yang mereka layani membutuhkan lebih dari sekadar keahlian teknis—mereka membutuhkan empati, komunikasi yang jelas, dan kepribadian yang dapat dipercaya.
“Melalui kegiatan olahraga dan seni budaya, kami percaya mahasiswa dapat belajar tentang kerja sama tim, kepemimpinan, dan manajemen stress,” ungkap Dr. Muhammad Rizki, Dekan Fakultas Analis Kesehatan Universitas Mandala Waluya, dalam wawancara eksklusif dengan media kampus pada 30 Maret 2026.
Rangkaian Acara dan Partisipasi Mahasiswa
Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026 dirancang dengan format yang variatif dan inklusif. Acara dimulai dengan upacara pembukaan yang meriah, disertai pelepasan balon-balon berwarna-warni yang mencerminkan semangat kebersamaan. Setelah upacara pembukaan, rangkaian kegiatan olahraga dimulai dengan pertandingan futsal mahasiswa putra dan putri.
Cabang olahraga yang dipertandingkan mencakup futsal, bola voli, badminton, tenis meja, dan lari maraton yang melibatkan seluruh sivitas akademika. Turnamen futsal putra melibatkan 12 tim yang terdiri dari mahasiswa angkatan 2023, 2024, dan 2025. Sementara itu, turnamen bola voli menampilkan 8 tim putri dengan pertandingan yang sangat sengit dan menampilkan permainan yang berkualitas.
Selain cabang olahraga tradisional, penyelenggara juga menghadirkan inovasi berupa turnamen esports yang menggunakan permainan edukatif berbasis kesehatan. “Inovasi ini kami lakukan karena menyadari bahwa generasi mahasiswa saat ini juga membutuhkan ruang untuk mengekspresikan diri melalui platform digital,” jelas Ibu Siti Nurhaliza, Koordinator Divisi Pengembangan Mahasiswa Fakultas Analis Kesehatan.
Aspek seni budaya juga mendapat porsi yang sangat signifikan dalam festival ini. Acara ini menampilkan berbagai pertunjukan seni, mulai dari tari tradisional Sulawesi Tenggara, modern dance, hingga paduan suara mahasiswa. Terdapat pula lomba fashion show yang menampilkan busana karya desainer mahasiswa, serta pameran seni rupa dengan karya-karya lukisan dan patung yang dibuat oleh mahasiswa Fakultas Analis Kesehatan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa kesehatan bukan hanya ahli di bidang sains, tetapi juga memiliki apresiasi terhadap seni dan budaya. Ini penting untuk pengembangan holistik kepribadian mereka,” kata Ibu Siti lebih lanjut.
Salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu adalah penampilan tari tradisional yang menampilkan tari Kero-Kero dari Sulawesi Tenggara. Pertunjukan ini dipimpin oleh mahasiswa semester 5 bernama Rindi Kartika yang sekaligus menjadi ketua Tim Seni Budaya Fakultas. “Kami ingin menjaga dan melestarikan seni budaya lokal sambil menunjukkan bahwa mahasiswa di era digital ini tetap peduli dengan tradisi,” ujar Rindi, yang terlihat bangga dengan performa timnya.
Partisipasi Aktif dan Semangat Kompetisi
Partisipasi mahasiswa dalam festival ini sangat luar biasa. Data dari panitia menunjukkan tingkat kehadiran mencapai 95% dari total mahasiswa aktif Fakultas Analis Kesehatan. Bahkan, mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi pun meluangkan waktu untuk ikut berpartisipasi, baik sebagai peserta maupun sebagai pendukung tim mereka.
Semangat kompetisi terlihat dari setiap pertandingan yang diselenggarakan. Dalam final turnamen futsal putra, pertandingan antara Tim Angkatan 2023 melawan Tim Angkatan 2024 berakhir dengan skor 3-2 setelah pertandingan yang sangat ketat dan penuh drama. Penonton yang memadati tepi lapangan memberikan dukungan yang sangat meriah dengan sorak-sorai dan tepukan tangan yang terus-menerus.
“Meskipun kompetisi, tetapi semangat kebersamaan dan persahabatan masih terjaga dengan baik. Setelah pertandingan berakhir, para pemain saling berpelukan dan berbagi cerita. Inilah nilai-nilai yang kami harapkan dapat ditanamkan melalui kegiatan ini,” ungkap Dr. Ahmad Fauzi, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Analis Kesehatan.
Dalam cabang bola voli putri, tim dari Angkatan 2024 berhasil meraih juara dengan permainan yang menawan dan penuh strategi. Pemain dengan nomor punggung 7, Maya Salsabila, menjadi pemain terbaik dalam turnamen tersebut dengan rekor 45 spike points sepanjang tiga hari pertandingan. “Saya sangat senang bisa berkontribusi untuk tim. Olahraga ini mengajarkan saya tentang pentingnya koordinasi dan komunikasi yang baik, yang juga akan saya terapkan ketika bekerja nanti di laboratorium,” kata Maya setelah pertandingan final.
Dampak Edukatif dan Pengembangan Karakter
Para pimpinan akademik menekankan bahwa kegiatan festival ini memiliki dampak edukatif yang signifikan. Melalui kompetisi olahraga, mahasiswa belajar tentang pentingnya manajemen stress, ketekunan, dan sportivitas. Sementara melalui kegiatan seni dan budaya, mereka mengembangkan kreativitas dan apresiasi terhadap warisan budaya.
“Dalam konteks pendidikan kesehatan, hal ini sangat penting. Mahasiswa analis kesehatan nantinya akan bekerja di bawah tekanan tinggi di laboratorium dan ruang diagnosis. Mereka harus mampu mengelola stress dengan baik dan tetap fokus pada akurasi pekerjaan mereka,” jelas Dr. Muhammad Rizki, Dekan Fakultas.
Data psikologis menunjukkan bahwa mahasiswa yang aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler cenderung memiliki tingkat kepuasan akademik yang lebih tinggi, tingkat depresi yang lebih rendah, dan performa akademik yang lebih baik. Festival Olahraga dan Seni Budaya yang diadakan Fakultas Analis Kesehatan Universitas Mandala Waluya dirancang berdasarkan penelitian-penelitian terbaru dalam bidang pendidikan dan pengembangan mahasiswa.
Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat ikatan antar angkatan dan antar program studi. Mahasiswa dari berbagai semester dapat berinteraksi dalam suasana yang santai namun tetap kompetitif dan sehat. “Kolaborasi antar angkatan ini penting karena dalam dunia kerja nanti, mereka juga akan bekerja dalam tim yang beragam,” tambah Dr. Ahmad Fauzi.
Penghargaan dan Apresiasi
Untuk menghargai dedikasi dan prestasi mahasiswa, panitia festival memberikan berbagai hadiah menarik kepada pemenang dalam setiap cabang olahraga dan seni budaya. Hadiah tidak hanya berupa uang tunai, tetapi juga piala, medali, dan sertifikat yang dapat dijadikan portofolio mahasiswa.
Selain pemenang, panitia juga memberikan penghargaan khusus untuk “Spirit of Excellence Award” yang diberikan kepada individu atau tim yang tidak hanya menunjukkan prestasi cemerlang tetapi juga menunjukkan semangat sportivitas dan integritas yang tinggi. Award ini diberikan kepada pemain yang menunjukkan kerja sama tim terbaik, fair play, dan dedikasi luar biasa.
Testimoni dan Harapan ke Depan
Nico Pratama, mahasiswa semester 4 Fakultas Analis Kesehatan yang menjadi kapten tim futsal Angkatan 2024, menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermakna baginya. “Festival ini bukan sekadar ajang olahraga dan seni, tetapi juga wadah untuk kami menunjukkan identitas sebagai mahasiswa kesehatan yang utuh dan berkualitas. Saya belajar banyak tentang kepemimpinan dan cara mengelola tim dengan baik.”
Sementara itu, Devi Maharani, mahasiswa semester 6 yang terlibat dalam penampilan tari tradisional, mengatakan bahwa partisipasinya dalam kegiatan seni budaya membantu dia memahami bahwa profesi kesehatan bukan hanya tentang teknis medis. “Kami juga perlu memiliki sensitivitas terhadap kultur dan tradisi masyarakat yang kami layani,” kata Devi dengan percaya diri.
Pimpinan Universitas Mandala Waluya berkomitmen untuk terus mengadakan dan meningkatkan kualitas festival olahraga dan seni budaya ini di tahun-tahun mendatang. “Kami akan terus berinovasi dan menambah cabang olahraga serta pertunjukan seni yang lebih beragam. Tujuan kami adalah menciptakan mahasiswa kesehatan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga matang secara emosional dan sosial,” papar Dr. Muhammad Rizki dalam pernyataan penutupnya.
Kesimpulan
Festival Olahraga dan Seni Budaya yang baru saja diselenggarakan oleh Fakultas Analis Kesehatan Universitas Mandala Waluya pada 29-31 Maret 2026 merupakan bukti nyata komitmen institusi dalam pengembangan holistik mahasiswa. Kegiatan ini berhasil menciptakan suasana akademik yang sehat, kompetitif namun tetap penuh persahabatan, dan menanamkan nilai-nilai penting yang akan berguna dalam karir profesional mahasiswa di masa depan.
Dengan partisipasi yang sangat tinggi, antusiasme yang luar biasa, dan dampak edukatif yang signifikan, festival ini telah membuktikan bahwa keseimbangan antara aktivitas akademis dan ekstrakurikuler adalah kunci dalam membentuk profesional kesehatan yang berkualitas dan berkarakter baik. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan ditingkatkan untuk menciptakan generasi mahasiswa kesehatan yang tidak hanya ahli dalam bidangnya, tetapi juga memiliki kepribadian yang matang dan siap menghadapi tantangan profesi di masa depan.
—
[Artikel ini ditulis berdasarkan liputan langsung acara Festival Olahraga dan Seni Budaya Fakultas Analis Kesehatan Universitas Mandala Waluya, Kendari, 29-31 Maret 2026]